Beranda ยป Dampak Sosiologis, Akademis, dan Ekonomi, COVID-19 terhadap Diri Sendiri

Dampak Sosiologis, Akademis, dan Ekonomi, COVID-19 terhadap Diri Sendiri

Dampak Sosiologis, Akademis, dan Ekonomi, COVID-19 terhadap Diri Sendiri

Tak terasa udah sembilan bulan berjalan, dari yang berawal hanya meremehkan, hingga menjadi sebuah bencana yang besar. Benar itulah pemerintah Indonesia, yang sedang asyik dengan kekuasaan serta korupsi nya. Padahal dibulan lalu kalo kita waspada dan kompak, ketika mendengar kabar dari china, kita langsung jaga diri, ya mungkin tidak ada kasus covid-19 sejak bulan januari kemarin. Namun semua itu hanya imajinasi dari rakyat. Pada kenyataannya, hari ini dan yang akan datang kasus covid-19 di Indonesia khususnya belum juga selesai.

Saya sedikit mengungkap dampak Covid-19 yang dialami oleh saya mulai hari pertama munculnya korona sampai saat sekarang. Terdapat tiga dampak signifikan yang saya rasakan, diantaranya ialah:

1. Dampak Sosiologis

Pengaruh ini merupakan pengaruh antara saya selaku induvidu dengan masyarakat sekitar, seperti teman, keluarga dan warga sekitar. Dampak sosiologis yang saya alami ialah ketidakadanya kebebasan seperti keluar kos-kosan diakibatkan adanya larangan dari pemerintah pusat dan dari pemerintah setempat. Pada awal kemunculan Corona, kegiatan saya sehari-hari masih biasa saja. Masih bisa bertemu dengan teman-teman saya di tempat lain. Namun, setelah hari berikutnya wabah Virus Corona membuat teman-teman saya semakin ketakutan, terutama diri saya sendiri. Akhirnya kami mendapati larangan dari aparat keamanan setempat untuk tidak mengadakan kegiatan berkumpul dan semacamnya, gunanya untuk mencegah meluasnya wabah Corona di masyarakat sekitar. Akhirnya dengan pengawalan aparatur keamanan negara seperti polisi yang cukup ketat di lingkungan tempat tinggal, kami pun memutuskan untuk tidak mengadakan kegiatan sosial di luar rumah melainkan hanya sebatas sosial media saja sampai sekarang.

2. Dampak Akademis

Sebagai seorang pelajar di perguruan tinggi atau mahasiswa saya merasakan pengaruh terhadap perubahan sistem perkuliahan yang terjadi di universitas saya, Universitas Muhammadiyah Malang. Dampak akademis yang saya rasakan adalah kurangnya kualitas ilmu pengetahuan yang saya dapatkan. Hal ini terjadi karena Civitas Academica Uniiversitas Muhammadiyah Malang memutuskan untuk mengadakan sistem perkuliahan online atau DARING (Dalam Jaringan). Hal itu saya rasa sangat kurang efektif untuk sistem belajar mengajar karena terbatasnya ruang dialektika antara mahasiswa dengan dosen. Belum lagi di tambah banyaknya tugas dari dosen dan terbatasnya  bimbingan dari dosen mengenai tugas tersebut. Dampak ini merupakan dampak yang sangat umum dialami oleh para pelajar termasuk kalangan mahasiswa seperti saya.

3. Dampak Ekonomi

Ekonomi menjadi hal yang sangat mendasar untuk dipenuhi, apalagi bagi kami  mahasiswa. Pada awal Corona muncul memang hanya sedikit toko yang tutup, toko-toko besar memang sebagian sudah di tutup namun toko-toko kecil dan juga pasar sayuran masih ramai di buka. Namun semakin Corona berkembang menjadi  wabah epidemi dan  pendemi, toko-toko dan pasar kecil ramai di tutup. Saya merasa sangat kesusahan untuk mencukupi kebutuhan hidup terutama makanan yang bergizi dan enak karena banyak toko-toko kecil yang ekonomis atau sesuai dengan isi dompet saya ramai di tutup. Dampak Corona dari segi ekonomi ini menyebabkan kami hanya mengonsumsi mie instan dan makanan biasa seperti kerupuk dan nasi saja. Saya merasa sangat bosan dan perut tidak menentu bergerak ke kiri dan kekanan.

Begitulah dampak korona yang saya alami mulai dari awal Corona sampai sekarang. Terima kasih.


Penulis : Amri | Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang. Angkatan 2019.

Tinggalkan Balasan